
CHIANG MAI, THAILAND — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyelenggarakan Simposium Internasional “Choosing Life” di Chiang Mai, Thailand, pada 27 September hingga 1 Oktober 2026.
Simposium yang mengangkat tema “Strengthening the Role of Churches in Humanitarian Protection, Justice, and Peace in Papua” tersebut menjadi ruang bagi gereja-gereja untuk membahas berbagai persoalan kemanusiaan, keadilan, perdamaian serta masa depan masyarakat Papua dalam perspektif gereja.

Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn F. Manuputty, menegaskan komitmen gereja-gereja di Indonesia untuk tetap berdiri bersama masyarakat Papua dan mengawal perjuangan menuju keadilan serta perdamaian yang berkelanjutan.
Dalam salah satu pernyataannya, Pdt. Jacklevyn menyampaikan bahwa “Choosing Life” merupakan narasi perlawanan terhadap kecenderungan kematian yang berkembang semakin tinggi di Papua.
Menurutnya, penyelenggaraan simposium internasional di Chiang Mai juga memiliki makna strategis karena isu Papua dibawa ke dalam ruang dialog gereja-gereja di tingkat Asia. PGI ingin menghadirkan suara yang genuine dari orang-orang Papua dan gereja-gereja di Papua pada platform internasional.
“PGI merasa penting untuk menyelenggarakan simposium internasional ini di Chiang Mai untuk membawa isu Papua, dan juga suara yang genuine dari orang-orang Papua, dari gereja-gereja di Papua pada sebuah platform internasional gereja-gereja di Asia,” demikian disampaikan Pdt. Jacklevyn F. Manuputty.
Pembukaan simposium berlangsung di Kantor Dewan Gereja Asia (Christian Conference of Asia/CCA), Chiang Mai, dan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Ketua Umum PGI.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan identitas budaya Papua melalui penggunaan busana adat dan simbol-simbol budaya Papua dalam rangkaian kegiatan. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang gereja dan komunitas menjadi bagian dari upaya membangun dialog lintas gereja dan lintas negara mengenai persoalan kemanusiaan dan perdamaian di Papua.
PGI melalui forum ini menegaskan kembali komitmennya untuk “Choosing Life” — memilih kehidupan, dengan mendorong penguatan peran gereja dalam perlindungan kemanusiaan, keadilan, rekonsiliasi dan perdamaian yang berkelanjutan di Papua.




