9 Hari Menjelang FBBM 2026, Ekonomi Mikro Masyarakat Mulai Bergerak

BIAK NUMFOR — Sembilan hari menjelang pelaksanaan Festival Budaya Biak–Melanesia (FBBM) 2026, persiapan di lokasi kegiatan terus berjalan. Di balik pembangunan stand dan berbagai fasilitas festival, terlihat keterlibatan langsung masyarakat sekaligus mulai bergeraknya aktivitas ekonomi mikro di tingkat lokal.

Masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam persiapan festival, tetapi ikut mengambil bagian melalui penyediaan berbagai material lokal, seperti kayu, pelepah atau gaba sagu, hingga atap dari daun sagu yang digunakan untuk kebutuhan stand kegiatan.

Sejumlah warga juga terlibat sebagai tenaga kerja, sementara aktivitas pengangkutan material turut membuka ruang bagi masyarakat yang bergerak di sektor transportasi lokal.

Gambaran tersebut terlihat dari aktivitas masyarakat yang mengumpulkan, mengangkut dan menyiapkan material lokal untuk pembangunan stand FBBM. Bahan-bahan yang sebelumnya merupakan bagian dari sumber daya dan aktivitas keseharian masyarakat kini ikut menjadi bagian dari persiapan sebuah agenda budaya berskala besar.

Dampak ekonomi dari sebuah festival tidak selalu harus dilihat dari transaksi bernilai besar. Ada perputaran ekonomi yang tumbuh dari aktivitas sederhana: kayu yang dibeli dari masyarakat, gaba dan daun sagu yang disiapkan warga, tenaga yang dibayar, hingga kendaraan yang digunakan untuk mengangkut material.

Bukan soal seberapa besar nilainya, tetapi bagaimana manfaatnya mulai dirasakan.

Dengan waktu 9 hari menuju pelaksanaan FBBM 2026, geliat persiapan di lapangan menunjukkan bahwa festival tidak hanya berbicara tentang panggung budaya dan pertunjukan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah kegiatan dapat membuka ruang partisipasi dan menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.

FBBM 2026 — budaya bergerak, masyarakat terlibat, ekonomi lokal ikut tumbuh.