
BIAK NUMFOR – Festival Budaya Biak Melanesia (FBBM) 2026 tidak hanya menjadi panggung pelestarian seni dan tradisi, tetapi juga menghadirkan kekayaan cita rasa kuliner daerah melalui kegiatan Pesona Kuliner, yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian festival pada 17–21 Oktober 2026 ini merupakan wujud partisipasi bersama perangkat daerah dalam mendukung pelestarian budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan pangan lokal kepada masyarakat dan pengunjung.
Menariknya, partisipasi seluruh OPD dalam Pesona Kuliner tidak sekadar diwujudkan melalui kehadiran stan makanan. Sajian yang ditampilkan mengangkat bahan pangan dan olahan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pemanfaatan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta potensi pangan masyarakat Biak Numfor.
Melalui pendekatan tersebut, Pesona Kuliner diharapkan tidak hanya menjadi ruang promosi makanan tradisional, tetapi juga mendorong penyerapan hasil produksi masyarakat dan membuka peluang ekonomi bagi petani, nelayan, serta pelaku usaha pangan lokal.
Seluruh OPD Ambil Bagian, Kuliner Lokal Jadi Identitas Festival
Keterlibatan seluruh OPD dalam Pesona Kuliner memperlihatkan semangat kebersamaan jajaran Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam menyukseskan Festival Budaya Biak Melanesia 2026.

Berbagai stan ditata menggunakan material dan ornamen tradisional, seperti daun kelapa, daun pisang, serta bahan alami lainnya. Nuansa tersebut menghadirkan suasana khas Papua sekaligus memperkuat identitas budaya dalam penyelenggaraan festival.
Aneka makanan lokal disiapkan dan disajikan dengan cara yang mencerminkan tradisi masyarakat. Penggunaan daun sebagai alas maupun pembungkus makanan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang tetap dipertahankan di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya menikmati sajian kuliner, tetapi juga memperoleh kesempatan mengenal keberagaman pangan, cara pengolahan, dan tradisi makan masyarakat Biak Numfor.
DP3AKB dan BRIDA Turut Perkenalkan Kekayaan Kuliner Daerah

Di antara berbagai stan yang berpartisipasi, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Biak Numfor menghadirkan stan bertajuk “Pesona Kuliner”, yang mengangkat kelezatan makanan khas Biak.
Berbagai hidangan ditata dalam kemasan praktis, memperlihatkan bahwa makanan tradisional dapat disajikan secara menarik tanpa meninggalkan ciri khas dan nilai budayanya.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Biak Numfor turut menghadirkan stan bertema “Kuliner Lokal Biak Numfor”.

Melalui stan tersebut, BRIDA memperkenalkan aneka sajian lokal dengan penataan bernuansa tradisional. Penggunaan bahan alami dalam penyajian makanan menjadi gambaran bagaimana kearifan lokal dapat dipertahankan sekaligus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi.
Kehadiran kedua perangkat daerah tersebut merupakan bagian dari partisipasi seluruh OPD yang bersama-sama menampilkan potensi kuliner daerah dalam rangkaian festival.
Menyerap Hasil Lokal, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat
Salah satu nilai penting dari penyelenggaraan Pesona Kuliner adalah upaya menghubungkan kegiatan budaya dengan potensi ekonomi masyarakat.
Pemanfaatan bahan pangan lokal dalam sajian yang disiapkan setiap OPD membuka peluang bagi hasil produksi petani, nelayan, pekebun, dan pelaku usaha kecil untuk memperoleh pasar melalui kegiatan festival.
Dengan demikian, manfaat penyelenggaraan festival diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pengunjung maupun peserta kegiatan, tetapi juga oleh masyarakat yang berada dalam rantai produksi dan penyediaan bahan pangan.
Semakin besar pemanfaatan produk lokal dalam kegiatan pemerintah dan masyarakat, semakin terbuka pula peluang untuk memperkuat perputaran ekonomi di tingkat daerah.
Pesona Kuliner sekaligus menjadi pengingat bahwa kekayaan pangan Biak Numfor memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Festival Budaya Bukan Sekadar Perayaan, tetapi Ruang Pemberdayaan
Partisipasi seluruh OPD dalam Pesona Kuliner memperlihatkan bahwa Festival Budaya Biak Melanesia 2026 memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar perayaan budaya.
Festival ini dapat menjadi ruang pertemuan antara pelestarian tradisi, pemanfaatan sumber daya lokal, promosi produk daerah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Keterlibatan perangkat daerah melalui penyajian kuliner berbahan lokal juga memberikan pesan penting bahwa dukungan terhadap ekonomi masyarakat dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni menggunakan dan memperkenalkan hasil produksi daerah sendiri.
Ke depan, semangat pemanfaatan pangan lokal tersebut diharapkan tidak hanya berlangsung selama festival, tetapi juga dapat terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan pemerintahan, kemasyarakatan, dan promosi pariwisata.
Dengan begitu, kekayaan kuliner Biak Numfor tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga memperoleh tempat dalam pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Festival Budaya Biak Melanesia 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang menampilkan kekayaan budaya kepada dunia, tetapi juga tentang bagaimana kekayaan itu dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pemilik budaya itu sendiri.
Melalui Pesona Kuliner, seluruh OPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Biak Numfor turut menyampaikan pesan bahwa mencintai budaya daerah dapat diwujudkan dengan menghargai pangan lokal, menggunakan hasil produksi masyarakat, dan memperkenalkan cita rasa khas Biak Numfor kepada khalayak yang lebih luas.
Dari pangan lokal, budaya diperkenalkan. Dari hasil bumi dan laut masyarakat, ekonomi daerah digerakkan.
SuaraBiakNumfor.com – Pace Lege.




