20 KELOMPOK PELAJAR MERIAHKAN LOMBA PADUAN SUARA BAHASA BIAK DI FBBM 2026

BIAK NUMFOR — Semangat generasi muda dalam melestarikan bahasa dan budaya Byak terlihat melalui pelaksanaan Lomba Paduan Suara Bahasa Biak tingkat pelajar yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Biak Melanesia (FBBM) 2026, bertempat di Gedung KSL Biak.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 kelompok peserta yang menampilkan kemampuan vokal, kekompakan, serta penghayatan terhadap lagu-lagu berbahasa Biak. Melalui kompetisi ini, para pelajar tidak hanya mengasah bakat seni, tetapi juga mengambil bagian dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai identitas dan warisan budaya masyarakat Byak.

Lomba paduan suara ini menjadi salah satu ruang penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu. Bahasa Biak bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian dari sejarah, nilai-nilai kehidupan, dan jati diri orang Byak yang perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kehadiran para pelajar dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan kreatif yang dekat dengan dunia pendidikan dan generasi muda. Musik dan paduan suara menjadi media untuk memperkenalkan, menggunakan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa Biak.

Melalui FBBM 2026, semangat pelestarian budaya diharapkan terus tumbuh, tidak hanya dalam pertunjukan festival, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, lingkungan keluarga, dan dunia pendidikan.

Bahasa Biak adalah identitas, lagu adalah ekspresi, dan generasi muda adalah pewarisnya. Menjaga bahasa berarti menjaga jati diri orang Byak agar tetap hidup lintas generasi.

Festival Budaya Biak Melanesia 2026 — Merawat Tradisi, Menghidupkan Bahasa, Menguatkan Identitas Budaya Byak.

Koresponden: Pace Biak