
BIAK NUMFOR — Pelatihan mebeler dan pertukangan yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Biak Numfor di Kampung Nermnu memasuki tahap praktik pada minggu pertama. Para peserta mulai menunjukkan kemampuan dalam mengaplikasikan materi dasar pertukangan melalui proses pembuatan produk furnitur.
Pada tahap awal atau pra-produksi, peserta mendapatkan materi mengenai sketsa dan gambar kerja, pemotongan serta penyerutan dasar, hingga teknik sambungan kayu.

Melalui materi sketsa dan gambar kerja, peserta dilatih untuk mampu membaca sekaligus membuat rancangan desain atau pola dasar (mal) furnitur dengan ukuran dan skala yang tepat.
Sementara dalam praktik pemotongan dan penyerutan, peserta diarahkan menghasilkan potongan kayu atau papan yang lurus, presisi, serta memiliki permukaan rata dan halus. Peserta juga mulai mempraktikkan teknik sambungan dasar sebagai bagian penting dalam proses pembuatan furnitur.
Langsung Dipraktikkan dalam Karya
Materi yang diberikan selama minggu pertama tidak berhenti pada teori. Peserta langsung mengaplikasikannya melalui pembuatan meja laminasi yang akan digunakan sebagai meja perjamuan.

Meja hasil praktik tersebut selanjutnya direncanakan untuk disumbangkan kepada Gereja GKI Musa Nermnu.
Proses pengerjaan dilakukan secara bersama-sama oleh para peserta, mulai dari pengukuran, pemotongan bahan, penyerutan, penyusunan komponen hingga perakitan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi peserta untuk membangun ketelitian, keterampilan teknis dan kemampuan bekerja secara tim.

Pelaksanaan praktik tersebut menunjukkan bahwa program pelatihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam menghasilkan sebuah produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Bekal Menuju Kemandirian
Pelatihan mebeler di Kampung Nermnu diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan keterampilan dan kapasitas tenaga kerja lokal.
Dengan keterampilan yang diperoleh, peserta diharapkan memiliki bekal untuk mengembangkan usaha mebeler secara mandiri, menciptakan peluang kerja, maupun memanfaatkan potensi pasar lokal.
Pembuatan meja perjamuan untuk Gereja GKI Musa Nermnu menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus contoh nyata bahwa pelatihan keterampilan dapat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Program ini juga memperlihatkan pentingnya pengembangan keterampilan berbasis praktik sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat agar semakin produktif dan memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.




