
JAKARTA — Pemerintah Kabupaten Biak Numfor terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan potensi pariwisata dan pembangunan daerah dapat terintegrasi dalam arah kebijakan pembangunan nasional.
Langkah tersebut dilakukan melalui diskusi bersama Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Ratna Wulandari, S.T., M.Sc., yang membahas penyelenggaraan Festival Budaya Biak Melanesia 2026 sekaligus sejumlah isu strategis pembangunan Kabupaten Biak Numfor.
Dari Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onesimus Dangeubun, S.Pi., M.Si., bersama Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor.
Pembahasan diarahkan pada bagaimana pengembangan pariwisata Biak dapat ditempatkan dalam kerangka pembangunan yang lebih luas, dengan mengacu pada RPJMN serta Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP).
Salah satu hal strategis yang menjadi pembahasan adalah upaya dan kemungkinan menjadikan Biak sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas di Papua.
Hal tersebut menjadi penting mengingat Biak memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan secara terpadu, mulai dari wisata bahari, kekayaan budaya dan tradisi masyarakat, wisata sejarah, hingga berbagai potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata daerah.

Dalam konteks tersebut, Festival Budaya Biak Melanesia 2026 juga ditempatkan sebagai salah satu instrumen promosi dan penguatan posisi Biak di tingkat nasional maupun kawasan Pasifik.
Festival Budaya Biak 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 17–21 Oktober 2026 dan dirancang tidak hanya sebagai agenda kebudayaan, tetapi juga sebagai ruang diplomasi budaya, promosi pariwisata serta penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
Pertemuan bersama Bappenas diharapkan dapat membuka ruang sinkronisasi lebih lanjut antara kebutuhan pembangunan Biak Numfor dengan arah kebijakan pembangunan nasional, khususnya dalam pengembangan pariwisata dan sektor-sektor pendukungnya.
Bagi Pemkab Biak Numfor, penguatan pariwisata bukan semata-mata tentang mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana potensi budaya, alam dan masyarakat dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Langkah koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Biak Numfor untuk membawa potensi pariwisata Biak masuk dalam pembahasan pembangunan yang lebih strategis, terintegrasi dan berkelanjutan.




