Pelaku Usaha Dorong Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal dan Kemitraan dengan Petani Biak

BIAK NUMFOR — Peran pelaku usaha lokal dinilai semakin penting dalam membuka ruang kerja sekaligus membangun kemitraan ekonomi dengan masyarakat asli Biak. Kehadiran dunia usaha tidak hanya diharapkan menjadi tempat bekerja, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan tenaga kerja, petani, nelayan hingga peternak lokal.

Salah satu contoh dapat dilihat pada SPPG Mandala Biak, yang dalam operasionalnya memberikan porsi cukup besar kepada tenaga kerja asli Biak. Sekitar 80 persen tenaga kerja SPPG Mandala merupakan anak-anak asli Biak, sementara untuk kebutuhan bahan baku dapur nonindustri, sekitar 50 persen di antaranya diupayakan berasal dari hasil produksi petani lokal Biak.

Pengelola SPPG Mandala sekaligus pimpinan BBC Resto and Cafe Biak, Pdt. Yan Artinus Mbaro yg juga merupakan tokoh agama dan masyarakat, mengatakan bahwa membuka kesempatan kerja bagi anak asli Biak serta membangun kemitraan dengan petani dan nelayan lokal merupakan salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan pelaku usaha untuk membantu menggerakkan perekonomian daerah.

“Memberikan peluang dan kesempatan kerja bagi anak asli Biak serta membangun kemitraan dengan petani atau nelayan asli Biak adalah salah satu cara bijak dalam membantu menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Pdt. Yan Artinus Mbaro.

Menurutnya, membangun kemitraan lokal memang tidak selalu berjalan tanpa kendala. Salah satu tantangan yang masih ditemui adalah belum terbiasanya sebagian calon tenaga kerja maupun mitra petani dan nelayan dengan sistem kerja yang baku, disiplin, serta konsisten sesuai kebutuhan dunia usaha.

Namun, kondisi tersebut menurutnya bukan menjadi alasan untuk menutup kesempatan bagi masyarakat lokal. Dengan pendampingan, pembinaan dan proses adaptasi yang dilakukan secara berkelanjutan, berbagai kendala tersebut diyakini dapat diperbaiki.

“Semua itu bisa diperbaiki seiring berjalannya waktu, terutama melalui pendampingan dan pembinaan yang tepat,” katanya.

Pdt. Yan berharap pola pemberdayaan seperti ini dapat semakin berkembang dan diikuti oleh pelaku usaha lainnya di Kabupaten Biak Numfor. Menurutnya, semakin banyak dunia usaha yang memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal dan membangun kemitraan dengan petani, nelayan maupun peternak lokal, maka semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di daerah.

Ia juga berharap pemerintah daerah terus memperkuat program pendampingan dan pembinaan, bukan hanya bagi pelaku usaha dan UMKM, tetapi juga bagi tenaga kerja siap pakai serta kelompok petani, nelayan dan peternak.

Pendampingan tersebut dinilai penting agar masyarakat yang menjadi mitra usaha dapat memahami standar kerja, kualitas produk, kontinuitas pasokan, hingga tata kelola kemitraan yang saling menguntungkan.

“Harapannya, ke depan program kemitraan kerja dapat berjalan dengan baik, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan semua dapat memperoleh manfaat dari kerja sama tersebut,” harapnya.

Upaya seperti yang dilakukan SPPG Mandala menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat lokal dapat dibangun melalui kemitraan yang nyata antara dunia usaha dan masyarakat. Jika dilakukan secara konsisten dan mendapat dukungan pembinaan dari pemerintah, pola tersebut berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi generasi muda asli Biak.