Mengenal El Niño. Mengapa Dampaknya Bisa Dirasakan hingga Biak Numfor?

Biak Numfor — El Niño merupakan fenomena iklim global yang terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis menjadi lebih hangat dari kondisi normal. Perubahan suhu laut ini kemudian memengaruhi pola angin, tekanan udara dan pembentukan awan, sehingga berdampak pada pola cuaca di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

Menurut Kepala BRIDA Kabupaten Biak Numfor, Frans Arwimbar, A.Md., S.E., M.Si., secara sederhana El Niño dapat menyebabkan berkurangnya pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Akibatnya, pada periode tertentu curah hujan dapat menurun dan kondisi lingkungan menjadi lebih kering.

El Niño bukanlah musim kemarau. Kemarau merupakan siklus musim tahunan, sedangkan El Niño merupakan fenomena interaksi laut dan atmosfer. Namun, ketika keduanya terjadi bersamaan, kondisi kering dapat menjadi lebih kuat dan berlangsung lebih lama.

Adapun Dampaknya bagi Biak Numfor, Kondisi yang lebih kering dapat menyebabkan kelembapan tanah dan vegetasi menurun, sumber air berkurang, serta kebutuhan air masyarakat meningkat. Kondisi tersebut juga dapat memberikan tekanan terhadap pertanian, peternakan dan lingkungan.

Yang perlu menjadi perhatian adalah meningkatnya kerawanan Kebakaran Hutan dan Lahan (KARHUTLA).

Ketika rumput, semak, daun dan material organik kehilangan banyak kandungan air, material tersebut menjadi lebih mudah terbakar. Jika kemudian bertemu sumber api dari aktivitas manusia, kebakaran dapat lebih cepat terjadi dan menyebar, terutama apabila didukung angin.

Karena itu, El Niño dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko KARHUTLA, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Aktivitas manusia, kondisi vegetasi, angin, suhu dan cuaca lokal juga sangat menentukan.

Secara sederhana, mekanismenya dapat digambarkan: El Niño → curah hujan berkurang → lingkungan semakin kering → vegetasi mudah terbakar → risiko KARHUTLA meningkat.

Waspada, Bukan Panik. Menurut Frans, pemahaman terhadap fenomena El Niño penting agar masyarakat tidak hanya melihatnya sebagai persoalan cuaca panas, tetapi memahami dampaknya terhadap ketersediaan air, lingkungan, pangan dan risiko kebakaran.

Karena itu, masyarakat Biak Numfor perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menghemat air, menjaga sumber air, tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan, serta mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini BMKG.

El Niño merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihentikan. Namun, risikonya dapat dikurangi melalui pengetahuan, kesiapsiagaan dan kepedulian bersama.

Mari kenali fenomenanya. Pahami dampaknya. Cegah kebakarannya.

Suara Biak Numfor