
BIAK NUMFOR — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Biak Numfor terus dilakukan seiring meningkatnya potensi kebakaran akibat kondisi cuaca yang panas dan kering.
Berdasarkan Laporan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan BPBD Kabupaten Biak Numfor, Selasa, 25 Agustus 2026, Regu Jaga 1 mencatat sedikitnya tujuh laporan kejadian yang ditangani sepanjang hari di sejumlah wilayah.
Laporan pertama tercatat sekitar pukul 11.00 WIT di Jalan Raya Korem, Kampung Darfuar, Distrik Samofa. Selanjutnya pada 11.31 WIT, penanganan dilakukan di Jalan Sorido Raya, Kampung Babirindo, Distrik Biak Kota.
Pada 11.54 WIT, laporan kembali diterima dari Jalan Raya Biak Barat, Kampung Darfuar, Distrik Samofa. Kemudian pada 12.15 WIT, petugas menangani kejadian di Jalan Raya Korem, wilayah Darfuar/Abyouki, Distrik Samofa.
Laporan berikutnya terjadi pada 13.20 WIT di Jalan Sorido Raya, kawasan Yendidori/Puskesmas Yendidori, Distrik Yendidori. Pada 15.20 WIT, penanganan kembali dilakukan di Jalan Sorido Raya, Kampung Insrom/Inggiri, Distrik Biak Kota.
Sementara laporan terakhir dalam catatan Regu Jaga 1 tercatat sekitar 17.25 WIT di Jalan Bosnik Raya, Kampung Adorbari, Distrik Biak Timur.
Dengan demikian, terdapat tujuh laporan lokasi kejadian yang masuk dalam catatan penanganan Regu Jaga 1 pada 25 Agustus 2026, yang tersebar di Distrik Samofa, Biak Kota, Yendidori dan Biak Timur.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman Karhutla di Biak Numfor masih membutuhkan kewaspadaan dan penanganan secara berkelanjutan. Sebelumnya, tim gabungan dari BPBD, Damkar, Basarnas dan TNI juga telah melakukan penanganan di sejumlah lokasi dengan kondisi medan yang cukup sulit.

Di sisi lain, Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K. telah menegaskan komitmen kepolisian untuk menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan aktivitas pembakaran yang mencurigakan kepada aparat.
Pemerintah dan aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran terbuka serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Perkembangan Karhutla di Biak Numfor menjadi perhatian serius karena selain mengancam lingkungan, asap kebakaran juga dapat berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. Kondisi panas di Biak Numfor turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Papua yang meminta agar kebakaran tidak sampai meluas.
Masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam pencegahan Karhutla: jangan membakar, segera laporkan titik api, dan bersama-sama menjaga lingkungan Biak Numfor.
arsip foto dan vidio : BPBD , KODIM BN




