
BIAK NUMFOR — Bupati Biak Numfor melakukan pemantauan langsung terhadap situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Biak Numfor. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan ruas jalan Biak–Supiori, tepatnya di wilayah Distrik Yendidori, yang berada berhadapan dengan Puskesmas Yendidori.

Pemantauan langsung ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi lingkungan sekaligus dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran, terutama terhadap masyarakat dan fasilitas pelayanan publik.
Lokasi Karhutla yang berada tidak jauh dari Puskesmas Yendidori menjadi perhatian khusus karena asap kebakaran berpotensi mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan. Terlebih, Puskesmas Yendidori merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan selama 24 jam kepada masyarakat.
Dalam pemantauan tersebut, Bupati melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak kebakaran serta proses penanganan dan pemadaman yang dilakukan oleh petugas bersama masyarakat.
Bupati juga didampingi unsur pimpinan Kepolisian Resor Biak Numfor beserta jajaran kepolisian yang turut berada di lapangan dalam mendukung upaya penanganan Karhutla.
Apresiasi untuk Polres Biak Numfor

Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Biak Numfor yang dinilai sigap dan aktif membantu penanganan Karhutla di wilayah Biak Numfor.
Kehadiran personel kepolisian di lapangan menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi situasi kebakaran, khususnya ketika api berpotensi mendekati kawasan permukiman, fasilitas umum maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, BPBD, masyarakat dan unsur terkait menjadi kekuatan penting dalam memastikan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Sinergi seperti ini sangat penting. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan kesigapan jajaran kepolisian bersama seluruh unsur di lapangan sangat membantu dalam menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan,” demikian pesan yang disampaikan dalam pemantauan tersebut.
Penanganan Karhutla juga diharapkan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi diikuti dengan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca yang kering dan berisiko menyebabkan api cepat meluas.
Pemkab Biak Numfor bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mengantisipasi perkembangan Karhutla serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan pelayanan publik.




