Sanggar Soren Arwai Meriahkan Festival Budaya Biak-Melanesia 2026, Tampilkan Tari Kreasi “SABSIBER”

BIAK NUMFOR – Sanggar Soren Arwai turut memeriahkan Festival Budaya Biak-Melanesia 2026 melalui penampilan seni tari yang mengangkat kekayaan tradisi dan identitas budaya masyarakat Biak. Dalam pentas seni malam ini, sanggar tersebut menampilkan tari kreasi berjudul “SABSIBER”, yang mengisahkan tentang pengukuhan suatu gelar.

Tarian yang dibawakan oleh delapan penari ini tampil dengan iringan musik tradisional, menghadirkan perpaduan gerak, irama, dan ekspresi budaya yang mencerminkan kekayaan seni masyarakat Biak.

Tidak hanya menampilkan tari kreasi SABSIBER, Sanggar Soren Arwai juga ikut memeriahkan festival melalui penampilan tari Wor dan Yospan Jalan. Keikutsertaan ini menjadi bentuk nyata partisipasi sanggar dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Biak kepada masyarakat luas.

Ketua Sanggar Soren Arwai, Martha Ayer, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung berbagai kegiatan festival budaya yang diselenggarakan di Kabupaten Biak Numfor.

Menurutnya, festival budaya merupakan ruang penting bagi para pelaku seni untuk mengekspresikan kreativitas, melestarikan warisan leluhur, serta mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Keterlibatan Sanggar Soren Arwai dalam Festival Budaya Biak-Melanesia 2026 juga memperlihatkan peran strategis sanggar seni sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Melalui penampilan tari kreasi dan tarian tradisional, Sanggar Soren Arwai tidak sekadar menghibur penonton, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa budaya harus terus hidup melalui keterlibatan generasi penerus.

Festival Budaya Biak-Melanesia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal, mempererat persaudaraan, dan menegaskan bahwa seni tradisi Biak merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Melanesia.

Kontributor: D. Putuhena