UMKM Lokal Biak Dapat Ruang Promosi di Festival Budaya Biak Munara Wampasi

Biak Numfor — Kehadiran Festival Budaya Biak Munara Wampasi (FBBM) menjadi kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperkenalkan hasil kerajinan dan produk unggulan mereka kepada masyarakat.

Salah satu pelaku UMKM yang memanfaatkan kesempatan tersebut adalah Mama Petronela Imbiri, pengrajin dari Ridge 1 Brambaken yang mengelola Parang Art Studio (Hand Craft) bersama Sanggar Seni Budaya Faiman Kayori.

Di sela-sela persiapan stan pameran, Mama Petronela terlihat bersama timnya menata dan mempersiapkan berbagai perlengkapan agar stan mereka siap menyambut pengunjung Festival Budaya Biak Munara Wampasi.

Bagi Mama Petronela, festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang promosi yang memberikan kesempatan bagi para pengrajin dan pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Mama Petronela berharap kegiatan seperti FBBM dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat membantu mama-mama Papua dan pelaku usaha lokal untuk mendapatkan kesempatan mempromosikan hasil kerajinan serta produk yang mereka hasilkan.

Ia juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor ke depan dapat menyediakan tempat khusus bagi pelaku UMKM lokal. Dengan adanya ruang yang representatif, para pengrajin dan pelaku usaha dapat memiliki tempat untuk memamerkan, mempromosikan, sekaligus memasarkan produk mereka secara berkelanjutan, tidak hanya ketika festival berlangsung.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan karena sangat membantu kami, para pengrajin dan pelaku UMKM lokal, untuk mendapatkan kesempatan mempromosikan hasil karya kami. Kalau bisa, ke depan pemerintah juga menyediakan tempat khusus bagi UMKM lokal agar kami punya ruang untuk memamerkan dan memasarkan hasil usaha kami,” demikian harapan Mama Petronela.

Pada kesempatan tersebut, Mama Petronela juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, yang telah menghadirkan kegiatan festival budaya di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Menurutnya, kesempatan yang diberikan melalui FBBM menjadi bentuk dukungan nyata bagi mama-mama Papua dan pelaku UMKM lokal untuk terus berkarya, mengembangkan usaha, serta mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Kehadiran pelaku UMKM seperti Parang Art Studio menunjukkan bahwa festival budaya tidak hanya menjadi panggung pelestarian adat dan tradisi, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Ke depan, dukungan berkelanjutan melalui penyelenggaraan festival, penyediaan ruang promosi, serta pembinaan pelaku usaha diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang dan semakin dikenal.

Bagi mama-mama Papua, ruang promosi bukan sekadar tempat berjualan, melainkan kesempatan untuk menunjukkan karya, menjaga keterampilan lokal, dan membangun masa depan ekonomi keluarga.

Koresponden; YAM