GIAT UKULELE SISWA SDN 1 BIAK MERIAHKAN FESTIVAL BUDAYA BIAK MELANESIA 2026

Biak Numfor – Festival Budaya Biak Melanesia (FBBM) 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan memperkuat nilai kebersamaan dalam keberagaman. Hal ini terlihat dari keterlibatan siswa-siswi SD Negeri 1 Biak yang turut ambil bagian dalam kegiatan kesenian ukulele.

Guru pembimbing kesenian SDN 1 Biak, Feliks Aprombis, menyambut baik penyelenggaraan FBBM 2026 yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk terlibat langsung dalam pesta budaya di Kabupaten Biak Numfor.

Menurutnya, kegiatan seni dan budaya yang melibatkan peserta didik memiliki manfaat besar, tidak hanya dalam memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya daerah, tetapi juga dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

Ia menilai, melalui kegiatan ini, siswa-siswi dapat belajar membangun kebersamaan, menghargai perbedaan, serta menumbuhkan semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan kesenian juga memberikan manfaat bagi proses tumbuh kembang anak, termasuk dalam aspek kognitif, kreativitas, konsentrasi, dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar bekerja sama, menghargai teman, dan membangun rasa kebersamaan. Mereka juga mendapatkan pengalaman baru melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan budaya,” ungkap Feliks Aprombis.

Ia berharap, kegiatan seni dan budaya seperti FBBM dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda Biak yang memiliki kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus tumbuh menjadi generasi yang menghargai keberagaman.

Pada kesempatan tersebut, Feliks Aprombis juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor yang telah melibatkan siswa-siswi dalam penyelenggaraan FBBM 2026.

Menurutnya, pelibatan anak-anak dalam kegiatan budaya merupakan langkah positif untuk memberikan ruang ekspresi, mengembangkan potensi seni, serta menanamkan nilai persatuan sejak dini.

FBBM 2026 bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal identitas, merawat keberagaman, dan memperkuat persaudaraan.

Melalui alunan ukulele dan semangat kebersamaan para siswa, nilai-nilai budaya terus diwariskan. Keterlibatan generasi muda ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Biak Melanesia agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Suara Biak Numfor
Budaya Terjaga, Generasi Berkarya, Biak Makin Baik.

Koresponden: Mas Napi