Gereja Sambut Positif Festival Budaya Biak Melanesia 2026, Tekankan Pelestarian Budaya dan Nilai Iman

BIAK NUMFOR – Badan Pekerja Klasis Biak Selatan menyambut positif pelaksanaan Festival Budaya Biak Melanesia 2026 di Kabupaten Biak Numfor. Festival ini dinilai bukan sekadar ajang hiburan dan promosi pariwisata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melestarikan warisan leluhur, memperkuat persatuan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Pekerja Klasis Biak Selatan, Pdt. Jacob D. M. Latuhera, S.Si., dalam wawancara mengenai pelaksanaan Festival Budaya Biak Melanesia 2026 yang akan segera berlangsung.

Dalam keterangannya, Pdt. Jacob menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Dewan Adat, panitia, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja mempersiapkan pelaksanaan festival budaya tersebut.

Menurutnya, festival budaya merupakan langkah positif dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Biak yang memiliki nilai sejarah, identitas, serta menjadi perekat kebersamaan antargenerasi.

“Gereja melihat ini sebagai sesuatu yang baik dan kami betul-betul menyambut baik pelaksanaan festival budaya di Biak sebagai sebuah momentum untuk melestarikan, memperkenalkan, dan mengembangkan kekayaan budaya masyarakat Biak sebagai warisan leluhur,” ungkapnya.

Budaya sebagai Identitas dan Perekat Persaudaraan

Pdt. Jacob menegaskan bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang perlu dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, pelaksanaan festival budaya memiliki makna lebih luas daripada sekadar menampilkan kesenian dan tradisi lokal.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, persaudaraan, perdamaian, serta membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga identitas budaya Biak.

Ia berharap Festival Budaya Biak Melanesia 2026 dapat menjadi sarana yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam semangat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya leluhur.

Gereja Ingatkan Pentingnya Menjaga Nilai Iman dan Moral

Di balik dukungan terhadap pelaksanaan festival, Pdt. Jacob juga menyampaikan pesan pastoral agar setiap rangkaian kegiatan tetap memperhatikan nilai-nilai iman, moral, martabat manusia, serta norma kehidupan bermasyarakat.

Ia menekankan bahwa pelestarian budaya dan nilai-nilai Kristiani perlu berjalan berdampingan melalui semangat saling menghormati, tanpa menghilangkan identitas budaya maupun prinsip-prinsip iman yang dianut masyarakat.

Pesan tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa festival budaya tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur yang dijunjung masyarakat Biak.

Dengan demikian, kegiatan budaya diharapkan dapat berlangsung dalam suasana damai, tertib, dan penuh rasa persaudaraan.

Harapkan Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Selain aspek pelestarian budaya dan penguatan nilai sosial, Pdt. Jacob berharap Festival Budaya Biak Melanesia 2026 mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui terbukanya peluang ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat lokal.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga pelaksanaan festival sejak pembukaan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir agar berlangsung dengan baik dan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Biak Numfor.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan budaya juga menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah sekaligus mendorong generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan kebudayaan Biak.

Gereja, Pemerintah, dan Adat Perlu Terus Bersinergi

Pdt. Jacob turut menegaskan pentingnya kerja sama antara gereja, pemerintah, dan lembaga adat dalam menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis. Ketiga unsur tersebut memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang tetap berpegang pada nilai-nilai budaya, iman, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial.

Ia berharap Festival Budaya Biak Melanesia 2026 dapat menjadi berkat bagi masyarakat, baik bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

“Budaya yang dilestarikan dengan kasih, kita berharap dijalankan dengan damai dan juga diwariskan dengan tanggung jawab. Di situ akan menjadi berkat bagi generasi sekarang dan generasi akan datang,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Pdt. Jacob menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Dewan Adat, masyarakat, dan seluruh panitia yang telah mengambil bagian dalam persiapan festival.

Ia juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan Festival Budaya Biak Melanesia 2026 berjalan sukses dan menjadi momentum bersama untuk memperkuat pelestarian budaya, persatuan masyarakat, serta kesejahteraan warga di Kabupaten Biak Numfor.

Festival Budaya Biak Melanesia 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan warisan leluhur, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang mempererat hubungan gereja, pemerintah, adat, dan masyarakat dalam membangun Biak Numfor yang damai, berbudaya, dan sejahtera.

Suara Biak Numfor — Budaya Lestari, Persaudaraan Terjaga, Biak Maju Bersama.