Stakeholder Workshop Fisheries Assessment – Blue Economy Digelar di Biak Numfor

BIAK NUMFOR — Upaya memperkuat sektor kelautan dan perikanan sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal yang bergizi dan berkelanjutan di Kabupaten Biak Numfor mendapat perhatian melalui pelaksanaan Stakeholder Workshop Fisheries Assessment – Blue Economy, Senin (24/8/2026), di Resto 99 Biak.

Kegiatan yang digelar oleh Regional Center of Excellence (RCoE) Universitas Cenderawasih, bekerja sama dengan UNICEF dan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini dibuka oleh Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M.

Workshop mempertemukan Pemerintah Daerah, organisasi perangkat daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), akademisi, mitra pembangunan, pelaku sektor perikanan serta pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Fisheries Assessment – Blue Economy di Kabupaten Biak Numfor yang bertujuan memperoleh gambaran komprehensif mengenai potensi sektor kelautan dan perikanan daerah. Kajian mencakup produksi dan ketersediaan hasil perikanan, rantai pasok dan distribusi, infrastruktur serta rantai dingin (cold chain), aspek sosial ekonomi masyarakat nelayan, kelembagaan dan kebijakan, hingga peluang pemanfaatan hasil perikanan lokal.

Salah satu perhatian penting dalam kegiatan ini adalah bagaimana potensi perikanan lokal dapat mendukung penyediaan pangan bergizi, termasuk dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam workshop, berbagai pihak didorong untuk memperkuat koordinasi dan menyediakan data yang dibutuhkan, antara lain data produksi perikanan tangkap dan budidaya, jumlah nelayan dan armada, fasilitas rantai dingin, lokasi pendaratan ikan, pengolahan hasil perikanan, distribusi serta potensi komoditas perikanan lokal.

Selain itu, dibahas pula berbagai tantangan dalam pemanfaatan ikan lokal untuk kebutuhan MBG, seperti ketersediaan, harga, kualitas, pengolahan, keamanan pangan, transportasi dan kesinambungan pasokan.

Keterlibatan lintas sektor menjadi penting agar potensi sumber daya kelautan dan perikanan Biak Numfor tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan kebutuhan pangan, gizi, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tersedia dasar data dan rekomendasi yang lebih kuat bagi pengembangan blue economy di Kabupaten Biak Numfor sekaligus membuka peluang semakin optimalnya pemanfaatan produk perikanan lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Workshop juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga internasional, BGN, pelaku usaha, nelayan dan kelompok pengolah hasil perikanan dalam membangun ekosistem perikanan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Biak Numfor.

SuaraBiakNumfor.com