
BIAK NUMFOR – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk kegiatan pertanian dilakukan melalui pelatihan pembuatan kompos dari sampah organik bagi ibu rumah tangga (IRT) Jemaat GKI KBS Saramom, Kabupaten Biak Numfor.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 30 peserta dari enam rayon ini menghadirkan tim pelatih dari SMK Negeri Pertanian Biak untuk peningkatan keterampilan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pengetahuan dan praktik langsung mengenai cara mengolah sampah organik, termasuk sisa bahan makanan dari dapur dan sampah pekarangan, menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan.
Pelatihan ini bertujuan mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Sampah organik yang sebelumnya berpotensi dibuang begitu saja dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk untuk menanam sayuran maupun tanaman bumbu dapur di pekarangan rumah.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya didorong untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, tetapi juga memperoleh keterampilan sederhana yang dapat mendukung kebutuhan pangan keluarga.
Selain memberikan manfaat bagi rumah tangga, kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mulai mengembangkan pertanian skala kecil di sekitar rumah. Pemanfaatan kompos secara mandiri diharapkan dapat membantu mengurangi sampah organik sekaligus mendukung kebiasaan hidup yang lebih bersih dan produktif.
Bagi SMK Negeri Pertanian Biak, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Melalui keterlibatan langsung dalam pelatihan, para peserta didik mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta menerapkan pengetahuan pertanian yang telah dipelajari di sekolah.

Kolaborasi antara SMK Negeri Pertanian Biak, dan masyarakat ini menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan dan kepedulian lingkungan.
Melalui pelatihan sederhana namun bermanfaat ini, sampah organik tidak lagi sekadar dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai bagi keluarga dan lingkungan.
Dari rumah yang bersih, pekarangan yang produktif, dan pengelolaan sampah yang bijak, masyarakat dapat memulai langkah nyata menuju lingkungan yang lebih sehat dan mandiri.




