
BIAK NUMFOR, SUARA BIAK NUMFOR – Dewan Adat Suku Kankain Karkara Byak Suprimanggun (DA KKB-SM) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pariwisata atas penyelenggaraan Festival Budaya Biak Melanesia (FBBM) yang dijadwalkan berlangsung pada 17–21 Oktober 2026.
Apresiasi tersebut diberikan karena festival ini dinilai menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Byak, memperkuat identitas adat, serta membuka peluang promosi kebudayaan Biak di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Dewan Adat menilai Festival Budaya Biak Melanesia tidak sekadar menjadi agenda pelestarian dan pengembangan budaya, tetapi juga momentum untuk memperkuat eksistensi budaya Byak yang memiliki nilai sejarah, filosofi, norma adat, kearifan lokal, serta unsur kesakralan yang diwariskan secara turun-temurun.
Melalui penyelenggaraan festival ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas hidup yang harus dijaga, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Dewan Adat juga mengapresiasi peran Dinas Pariwisata dalam membuka ruang partisipasi masyarakat adat, memfasilitasi penampilan seni dan budaya, serta memperkenalkan potensi kebudayaan daerah sebagai bagian dari pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Biak Numfor.
Festival ini memberikan kesempatan bagi masyarakat adat untuk menampilkan berbagai kekayaan budaya, mulai dari kerajinan tradisional, seni ukir, tarian adat, musik tradisional, busana adat, hingga beragam ekspresi budaya lainnya yang mencerminkan identitas dan kehidupan masyarakat Byak.
Dalam perspektif yang lebih luas, Festival Budaya Biak Melanesia juga berpotensi menjadi jembatan pertukaran budaya, memperluas jaringan kerja sama antarmasyarakat adat, serta memperkuat posisi Biak Numfor sebagai salah satu ruang penting bagi pengenalan dan promosi kebudayaan Melanesia.
Meski demikian, Dewan Adat menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis budaya harus tetap memperhatikan perlindungan terhadap keaslian budaya dan hak-hak masyarakat adat. Nilai, simbol, ritual, serta pengetahuan adat yang bersifat khusus dan sakral perlu dihormati sesuai ketentuan dan kewenangan adat masing-masing.
Dewan Adat juga berharap Dinas Pariwisata terus membangun koordinasi dan kemitraan dengan para Mananwir, tokoh adat, para Manfasfas, pimpinan keret atau marga, serta kelompok masyarakat adat lainnya. Pelibatan tersebut penting agar setiap unsur budaya yang ditampilkan dapat dipahami secara benar, termasuk sejarah, makna, aturan, dan batasan adat yang melekat pada setiap karya atau tradisi.
Selain memperkuat identitas budaya, festival ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat pemilik kebudayaan. Pengembangan pariwisata berbasis budaya dinilai dapat membuka peluang usaha di bidang kerajinan, seni pertunjukan, kuliner lokal, dan produk kreatif lainnya, sekaligus memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Dewan Adat berpandangan bahwa keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara dan jumlah pengunjung, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat, seniman, pengrajin, pelaku budaya, serta generasi penerus.
Pada akhirnya, Dewan Adat Suku Kankain Karkara Byak Suprimanggun berharap Festival Budaya Biak Melanesia terus menjadi ruang pengakuan identitas, penghormatan terhadap nilai-nilai adat, dan penguatan kemitraan antara pemerintah daerah dengan masyarakat adat.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Festival Budaya Biak Melanesia diharapkan tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Biak Numfor, tetapi juga memperkuat posisi budaya Byak sebagai bagian penting dari kekayaan peradaban Melanesia yang patut dikenal, dihormati, dan diwariskan kepada dunia.




