Cegah Abrasi Pulau Jowindi, Warga Kampung Yeri Bangun Talud Alami dari Batu Secara Swadaya

AIMANDO, BIAK NUMFOR — Kekhawatiran terhadap semakin parahnya kerusakan pesisir akibat abrasi di Pulau Jowindi mendorong masyarakat Kampung Yeri, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, mengambil langkah nyata untuk mempertahankan keberadaan pulau kecil tersebut.

Berdasarkan pantauan koresponden Suara Biak Numfor, Melki Rumba, sejumlah bapak-bapak bersama para pemuda Kampung Yeri terlihat bergotong royong menyusun batu-batu di sepanjang bagian pesisir yang terdampak. Upaya ini dilakukan untuk membentuk talud alami sebagai langkah perlindungan sementara dari hantaman gelombang laut yang terus mengikis daratan pulau.

Bagi masyarakat setempat, Pulau Jowindi bukan sekadar hamparan daratan kecil di tengah laut. Pulau ini memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat, sehingga kerusakan yang terus terjadi menimbulkan kekhawatiran akan semakin berkurangnya daratan apabila tidak segera ditangani.

Dengan keterbatasan sarana dan dukungan yang tersedia, warga berinisiatif memanfaatkan batu-batu sebagai material pelindung pesisir. Pekerjaan dilakukan secara swadaya, mengandalkan tenaga, kebersamaan, dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat mereka hidup.

Semangat gotong royong tersebut menjadi gambaran nyata bahwa masyarakat di wilayah kepulauan memiliki kepedulian besar dalam menjaga wilayah pesisirnya. Namun, upaya masyarakat ini juga menunjukkan bahwa ancaman abrasi membutuhkan perhatian yang lebih luas, tidak hanya menjadi tanggung jawab warga setempat.

 

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi teknis terkait dapat melihat langsung kondisi Pulau Jowindi, melakukan kajian terhadap tingkat kerusakan pesisir, serta memberikan dukungan penanganan yang tepat dan berkelanjutan.

Penanganan abrasi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi gelombang, karakteristik pantai, serta kelestarian ekosistem pesisir. Dengan demikian, perlindungan yang dibangun tidak hanya membantu mengurangi risiko kerusakan, tetapi juga tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.

Aksi masyarakat Kampung Yeri menjadi pengingat bahwa pulau-pulau kecil membutuhkan perhatian serius. Ketika warga telah bergerak dengan kemampuan sendiri untuk mempertahankan daratan mereka, dukungan teknis dan kebijakan yang tepat menjadi penting agar upaya tersebut dapat memberikan perlindungan jangka panjang.

Pulau Jowindi adalah bagian dari ruang hidup masyarakat Kampung Yeri. Menjaganya berarti menjaga lingkungan, ruang hidup, dan masa depan masyarakat kepulauan.

Laporan koresponden Suara Biak Numfor, Melki Rumba.