Biak Numfor Perkuat Ekonomi Biru, Bupati Dorong Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan dan Kolaborasi Internasional

BIAK NUMFOR — Kabupaten Biak Numfor terus memperkuat langkah strategis dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam berbagai forum, kajian, lokakarya dan pertemuan pemangku kepentingan yang membahas pengelolaan perikanan berkelanjutan serta pengembangan ekonomi biru (blue economy).

Salah satu langkah tersebut terlihat melalui pelaksanaan Stakeholder Workshop Fisheries Assessment – Blue Economy, yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas kondisi, potensi serta arah pengelolaan sektor perikanan di Biak Numfor.

Workshop tersebut telah dibuka beberapa waktu lalu secara resmi oleh Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnemo, S.H., M.M., dan menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan sumber daya laut.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat Biak Numfor memiliki wilayah perairan yang luas dengan kekayaan sumber daya laut dan pesisir yang sangat potensial untuk dikembangkan, bukan hanya sebagai sumber pangan dan mata pencaharian masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah.

Konsep ekonomi biru menempatkan pemanfaatan sumber daya laut tidak semata-mata berorientasi pada eksploitasi, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Biak Masuk dalam Percakapan Ekonomi Biru di Tingkat Internasional

Komitmen Biak Numfor terhadap pengembangan ekonomi biru juga mendapat ruang dalam forum yang lebih luas. Bupati Biak Numfor mendapat undangan untuk hadir dalam International Seminar on Sustainable Development Goal (SDG) 14 – Life Below Water, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor. Seminar tersebut mengangkat tema “Unlocking the Blue Economy Through University Partnership” dan berlangsung di Bali.

Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan kolaborasi dalam mencapai SDG 14, yakni menjaga dan memanfaatkan laut, samudra serta sumber daya kelautan secara berkelanjutan.

Kehadiran Sekretaris Daerah mewakili Bupati Biak Numfor dalam forum tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi kelautan Biak sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan dan kemungkinan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya dalam bidang penelitian, pendidikan, pengelolaan perikanan dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya laut.

Hal ini menjadi semakin relevan dengan posisi Biak Numfor yang memiliki kekayaan ekosistem pesisir dan laut serta berada di kawasan yang memiliki nilai penting bagi keberlanjutan sumber daya kelautan.

Dari Potensi Menjadi Kebijakan

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan sektor perikanan Biak Numfor mulai diarahkan tidak hanya berdasarkan potensi yang tersedia, tetapi juga melalui kajian, data dan keterlibatan multipihak.

Melalui Fisheries Assessment, berbagai informasi mengenai kondisi perikanan dapat menjadi bahan dalam menyusun arah kebijakan yang lebih tepat. Dengan demikian, keputusan pembangunan sektor kelautan dan perikanan diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mempertimbangkan daya dukung lingkungan, keberlanjutan sumber daya ikan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga terkait juga menjadi bagian penting karena pengembangan ekonomi biru membutuhkan dukungan riset dan inovasi.

Bagi Biak Numfor, penguatan kerja sama tersebut dapat menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai sektor turunan, mulai dari perikanan tangkap, budidaya, pengolahan hasil perikanan, rantai dingin, pemasaran, hingga pengembangan wisata bahari yang berbasis pada kelestarian lingkungan.

Menjadikan Laut sebagai Kekuatan Ekonomi Baru

Dengan potensi kelautan yang dimiliki, Biak Numfor memiliki peluang besar untuk menjadikan sektor maritim sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.

Namun, pemanfaatan potensi tersebut membutuhkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Karena itu, forum stakeholder workshop maupun keterlibatan dalam seminar internasional menjadi bagian dari proses membangun perspektif bersama bahwa laut bukan sekadar sumber daya yang diambil hasilnya, melainkan aset jangka panjang yang harus dikelola secara bertanggung jawab.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Biak Numfor untuk mengambil bagian dalam agenda pembangunan kelautan yang lebih luas, termasuk implementasi SDG 14 dan pengembangan ekonomi biru.

Dengan penguatan kajian, kolaborasi multipihak dan jejaring kerja sama hingga tingkat internasional, potensi laut Biak Numfor diharapkan tidak berhenti sebagai kekayaan alam, tetapi dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga keberlanjutan ekosistem laut untuk generasi mendatang.