
BIAK NUMFOR — Nama Musa Makuker, S.Pd., Gr kini mendapat amanah baru sebagai Kepala SMK Negeri Pertanian Kabupaten Biak Numfor. Namun, sebelum sampai pada posisi tersebut, perjalanan Musa tidak dapat dilepaskan dari dunia pendidikan dan pertanian—dua bidang yang selama ini menjadi bagian penting dari pengabdiannya.
Bagi mereka yang mengenalnya, Musa bukan sosok yang tiba-tiba hadir di tengah dunia pertanian. Ia tumbuh dari lingkungan pendidikan sebagai guru, sekaligus menunjukkan perhatian terhadap bagaimana pengetahuan dan keterampilan pertanian dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Guru yang dekat dengan dunia praktik
Sebagai seorang guru, Musa memahami bahwa pendidikan vokasi tidak cukup hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Peserta didik perlu diberikan kesempatan untuk melihat, mencoba, mengolah, dan menghasilkan sesuatu.
Cara pandang inilah yang membuat kiprahnya menarik ketika berbicara mengenai generasi muda dan pertanian.
Baginya, pertanian tidak semestinya dipandang sebagai sektor tradisional yang hanya mengandalkan cara-cara lama. Pertanian dapat menjadi ruang belajar, ruang inovasi, sekaligus peluang ekonomi bagi anak-anak muda.

Dari sinilah sosok Musa kemudian dikenal sebagai salah satu figur yang memberikan inspirasi bagi petani muda untuk tidak malu berada di sektor pertanian.
Dari inspirator petani muda menuju ruang kepemimpinan
Kini, pengalaman tersebut memperoleh ruang pengabdian yang lebih luas.
Melalui serah terima jabatan pada 22 September 2026, Musa Makuker menerima tongkat estafet kepemimpinan SMK Negeri Pertanian Kabupaten Biak Numfor dari kepala sekolah sebelumnya, Leonard Makuker, S.Sos., MMA., MM.
Amanah tersebut menghadirkan sebuah perjalanan yang menarik: seorang guru yang memahami pendidikan, sekaligus sosok yang dekat dengan dunia pertanian, kini dipercaya memimpin sekolah yang secara khusus menyiapkan generasi muda di bidang pertanian.
Tentu, kepemimpinan sebuah sekolah memiliki tantangan yang berbeda. Namun pengalaman Musa di dunia pendidikan dan kedekatannya dengan praktik pertanian menjadi modal penting untuk membangun komunikasi antara teori, keterampilan dan kebutuhan dunia nyata.
Menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh
Di tengah kebutuhan Papua untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas dan membuka ruang ekonomi baru bagi generasi muda, pendidikan pertanian memiliki peran strategis.
SMK Negeri Pertanian bukan sekadar tempat untuk memperoleh ijazah. Sekolah ini diharapkan menjadi tempat di mana anak-anak muda dapat menemukan keterampilan, keberanian untuk mencoba, serta keyakinan bahwa bertani juga dapat menjadi pilihan masa depan yang bermartabat dan produktif.
Karena itu, perjalanan Musa Makuker dari seorang guru, kemudian menjadi inspirator bagi petani muda, hingga kini dipercaya memimpin SMK Negeri Pertanian, menjadi sebuah cerita tentang kesinambungan antara pengetahuan, praktik dan pengabdian.
Estafet kepemimpinan telah berpindah.
Kini tantangannya adalah bagaimana pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi gerakan pendidikan yang mampu melahirkan petani muda Papua yang terampil, mandiri, inovatif dan berdaya saing.
Dari ruang kelas, turun ke lahan. Dari pengalaman, lahir inspirasi. Dan dari inspirasi, kini berlanjut menjadi kepemimpinan untuk menyiapkan generasi pertanian Papua.
Selamat menjalankan amanah, Musa Makuker, S.Pd., Gr.
SMK Negeri Pertanian memasuki babak baru.




