
BIAK NUMFOR — Situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Biak Numfor menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan pemantauan sebaran titik panas (hotspot) periode 18–25 Agustus 2026, jumlah deteksi hotspot tercatat mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Data menunjukkan puncak deteksi terjadi pada 22 Agustus 2026 sebanyak 271 titik. Setelah itu, jumlah hotspot turun menjadi 68 titik pada 23 Agustus, 39 titik pada 24 Agustus, dan 17 titik pada 25 Agustus 2026.

Meski tren terus menurun, pola sebaran hotspot masih menunjukkan konsentrasi pada sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi kawasan dengan deteksi cukup tinggi.
Berdasarkan data pemantauan tersebut, total 621 deteksi hotspot tercatat selama periode 18–25 Agustus 2026. Sebaran terbesar berada di Distrik Yendidori sebanyak 178 titik, Samofa 136 titik, Biak Utara 127 titik, Biak Kota 76 titik, Biak Timur 61 titik, Biak Barat 36 titik dan Andey 7 titik.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun intensitas deteksi telah menurun, potensi Karhutla belum sepenuhnya dapat diabaikan. Kawasan dengan vegetasi kering masih membutuhkan kewaspadaan dan pemantauan secara berkelanjutan.
Data tersebut juga menjadi gambaran penting bagi upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Biak Numfor, khususnya dalam menentukan wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dan respons lebih cepat.
Narasumber Berita: Rahmat Rijalun.




